GO GREEN!
SAVE OUR EARTH FROM EXTINCTION!
Disini Saya akan
membahas tentang lingkungan hijau, ya bisa disebut juga in english Green
Environtmen. Mungkin saya gak terlalu mengerti tentang lingkungan
hidup, tapi saya akan membagikan tentang Green Environtmen pada anda
semua
1. Air Untuk Masa Depan
Masih banyak limbah industri, rumah tangga dan
lainnya yang dibuang ke saluran air. Limbah seharusnya diolah terlebih
dahulu sebelum dibuang, agar tak ada lagi zat-zat kimia atau berbahaya
lainnya yang dapat mencemari air. Namun, di negara kita, nampaknya
pengawasan terhadap pembuangan limbah ini terkesan dibiarkan, sehingga
limbah tersebut dapat dibuang seenaknya ke saluran air (?).
Hal ini membuat kebersihan dan keberadaan air semakin terancam. Seperti yang dikutip di harian KOMPAS beberapa hari yang lalu, bahwa air di Jakarta, kini sudah tak tawar lagi. Hal ini bisa terjadi karena adanya intrusi air laut, yaitu merembesnya air laut ke dalam tanah yang menyebabkan air terasa asin atau payau. Air payau tersebut sudah tidak layak pakai, karena memiliki kandungan garam yang merugikan kesehatan.
Selanjutnya, warga ibukota nampaknya juga harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli air bersih. Hal ini semakin mempersulit kehidupan di Jakarta, terlebih lagi bagi warga yang ekonominya pas-pas-an. Untuk makan saja terkadang sulit, apalagi harus membeli air bersih. Dari kejadian ini, kita dapat mengambil hikmah bahwa air bersih itu sangat penting bagi kehidupan kita.
Sekarang, cobalah Anda lihat sungai dan saluran air di sekitar Anda. Apakah masih jernih dan bersih seperti dahulu? Lalu, lihatlah lebih dekat lagi, sudah berapa buah mata air yang kering saat ini? Coba Anda rasakan, masih tawarkah air tanah Anda?
TOLONG RENUNGKAN SEJENAK !
Menggunakan dan mendapatkan air bersih adalah hak setiap orang. Dan, kewajiban setiap oranglah, untuk bisa menjaga kebersihan dan kelestarian air tersebut. Jika kita sudah mendapatkan hak kita, maka kita harus juga melaksanakan kewajiban kita untuk menjaga kebersihan air tersebut. Tidak etis rasanya apabila kita hanya menuntut hak tanpa melaksanakan kewajiban. Hal ini adalah egois, dan tidak patut untuk dicontoh!.
Kita sebagai makhluk yang mempunyai akal dan pikiran harus bisa menjaga kelestarian air yang ada di muka bumi kita. Sebagai manusia, kita bisa menciptakan teknologi daur ulang air yang ramah lingkungan. Selain itu, kita juga harus bijaksana dalam menggunakan air dan tidak lagi membuang sampah pada saluran air. Langkah kecil yang kita lakukan untuk menyelamatkan air, tentunya akan berdampak besar bagi kelestarian air di bumi ini.
Sebagai langkah awal, marilah kita mulai merubah gaya hidup kita untuk bisa lebih bijak dalam memanfaatkan air. Salah satunya adalah dengan menerapkan gerakan JANGAN. Suatu gerakan yang bertujuan untuk menyelamatkan air dari “kepunahan”. Isi gerakannya, yaitu :
1.JANGAN boros menggunakan air
2.JANGAN membuang sampah pada selokan, sungai atau aliran air
3.JANGAN membuang limbah pada sungai
4.JANGAN mengotori sumber mata air
5.JANGAN menebangi pohon baik yang ada di pesisir maupun di darat
6.JANGAN mandi memakai bak pemandian, pakailah shower
7.JANGAN mencuci motor menggunakan selang air, pakailah ember
Ingatlah, air yang ada saat ini adalah air yang akan kita wariskan kepada anak cucu kita. Air tidak hanya digunakan saat ini saja, tapi untuk generasi mendatang dan untuk masa depan kita bersama. Jagalah air selayaknya kita menjaga diri kita sendiri. Tegakah kita mewariskan mata air yang kering kepada penerus kita? Marilah kita saling bahu membahu dalam menjaga dan melestarikan air yang ada di lingkungan kita. Kita satukan suara untuk gerakan “AIR UNTUK MASA DEPAN”.
Jika Sungai Terakhir Sudah Dicemari, Jika Mata Air Terakhir Sudah Dikuasai dan Jika Tetes Air Terakhir Sudah Dijual. Maka Manusia Akan Sadar Bahwa Dia Tidak Bisa Makan Uang.
Let’s Save Our Water For The Better Future. NOW!
Hal ini membuat kebersihan dan keberadaan air semakin terancam. Seperti yang dikutip di harian KOMPAS beberapa hari yang lalu, bahwa air di Jakarta, kini sudah tak tawar lagi. Hal ini bisa terjadi karena adanya intrusi air laut, yaitu merembesnya air laut ke dalam tanah yang menyebabkan air terasa asin atau payau. Air payau tersebut sudah tidak layak pakai, karena memiliki kandungan garam yang merugikan kesehatan.
Selanjutnya, warga ibukota nampaknya juga harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli air bersih. Hal ini semakin mempersulit kehidupan di Jakarta, terlebih lagi bagi warga yang ekonominya pas-pas-an. Untuk makan saja terkadang sulit, apalagi harus membeli air bersih. Dari kejadian ini, kita dapat mengambil hikmah bahwa air bersih itu sangat penting bagi kehidupan kita.
Sekarang, cobalah Anda lihat sungai dan saluran air di sekitar Anda. Apakah masih jernih dan bersih seperti dahulu? Lalu, lihatlah lebih dekat lagi, sudah berapa buah mata air yang kering saat ini? Coba Anda rasakan, masih tawarkah air tanah Anda?
TOLONG RENUNGKAN SEJENAK !
Menggunakan dan mendapatkan air bersih adalah hak setiap orang. Dan, kewajiban setiap oranglah, untuk bisa menjaga kebersihan dan kelestarian air tersebut. Jika kita sudah mendapatkan hak kita, maka kita harus juga melaksanakan kewajiban kita untuk menjaga kebersihan air tersebut. Tidak etis rasanya apabila kita hanya menuntut hak tanpa melaksanakan kewajiban. Hal ini adalah egois, dan tidak patut untuk dicontoh!.
Kita sebagai makhluk yang mempunyai akal dan pikiran harus bisa menjaga kelestarian air yang ada di muka bumi kita. Sebagai manusia, kita bisa menciptakan teknologi daur ulang air yang ramah lingkungan. Selain itu, kita juga harus bijaksana dalam menggunakan air dan tidak lagi membuang sampah pada saluran air. Langkah kecil yang kita lakukan untuk menyelamatkan air, tentunya akan berdampak besar bagi kelestarian air di bumi ini.
Sebagai langkah awal, marilah kita mulai merubah gaya hidup kita untuk bisa lebih bijak dalam memanfaatkan air. Salah satunya adalah dengan menerapkan gerakan JANGAN. Suatu gerakan yang bertujuan untuk menyelamatkan air dari “kepunahan”. Isi gerakannya, yaitu :
1.JANGAN boros menggunakan air
2.JANGAN membuang sampah pada selokan, sungai atau aliran air
3.JANGAN membuang limbah pada sungai
4.JANGAN mengotori sumber mata air
5.JANGAN menebangi pohon baik yang ada di pesisir maupun di darat
6.JANGAN mandi memakai bak pemandian, pakailah shower
7.JANGAN mencuci motor menggunakan selang air, pakailah ember
Ingatlah, air yang ada saat ini adalah air yang akan kita wariskan kepada anak cucu kita. Air tidak hanya digunakan saat ini saja, tapi untuk generasi mendatang dan untuk masa depan kita bersama. Jagalah air selayaknya kita menjaga diri kita sendiri. Tegakah kita mewariskan mata air yang kering kepada penerus kita? Marilah kita saling bahu membahu dalam menjaga dan melestarikan air yang ada di lingkungan kita. Kita satukan suara untuk gerakan “AIR UNTUK MASA DEPAN”.
Jika Sungai Terakhir Sudah Dicemari, Jika Mata Air Terakhir Sudah Dikuasai dan Jika Tetes Air Terakhir Sudah Dijual. Maka Manusia Akan Sadar Bahwa Dia Tidak Bisa Makan Uang.
Let’s Save Our Water For The Better Future. NOW!
2. Selamat Tinggal Kantong Plastik!
Siapa sih yang tidak kenal dengan kantong plastik? Semua orang, termasuk
Anda pasti sudah kenal, bahkan sering menggunakan kantong plastic, ini.
Kantong plastik biasanya digunakan untuk membungkus atau menaruh
barang-barang belanjaan, makanan, minuman, dan sebagainya. Selain ringan
dan mudah dibawa, kantong plastik atau yang biasa kita sebut dengan
kantong kresek, juga memiliki harga yang relatif murah apabila
dibandingkan dengan kantong-kantong pembungkus yang lainnya.
Segala sesuatu di dunia ini pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Termasuk kantong plastik ini. Kekurangan dari kantong plastik ini adalah sulit untuk terurai di dalam tanah dan dalam produksinya membutuhkan energi yang lumayan besar, sehingga kantong palstik ini dapat menjadi salah satu benda yang mencemari tanah. Butuh waktu puluhan tahun untuk mengurai plastik agar menjadi benar-benar terurai, sehingga untuk saat ini, penggunaan plastik sudah tidak direkomendasikan lagi (?).
Sehubungan dengan hal ini, maka negara-negara maju sudah melarang penggunaan kantong plastik ini, contohnya Italia. Dikutip dari www.vivanews.com, Italia kini sudah tidak menggunakan kantong plastik lagi semenjak 1 Januari 2011. Seluruh warganya kini tidak ada yang boleh menggunakan kantong plastik lagi. Suatu gerakan besar yang patut dicontoh oleh negara-negara lainnya. Penggunaan kantong plastik ini dapat digantikan dengan tas belanja yang dapat dipakai berulang kali, sehingga penggunaan kantong plastik dapat dikurangi.
Dengan sedikit merubah gaya hidup kita, maka kita akan bisa ikut berpartisipasi dalam menyelamatkan lingkungan. Salah satunya adalah dengan tidak lagi menggunakan kantong plastik. Selamat tinggal kantong plastik!
Let’s Save Our Environment. NOW!
Segala sesuatu di dunia ini pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Termasuk kantong plastik ini. Kekurangan dari kantong plastik ini adalah sulit untuk terurai di dalam tanah dan dalam produksinya membutuhkan energi yang lumayan besar, sehingga kantong palstik ini dapat menjadi salah satu benda yang mencemari tanah. Butuh waktu puluhan tahun untuk mengurai plastik agar menjadi benar-benar terurai, sehingga untuk saat ini, penggunaan plastik sudah tidak direkomendasikan lagi (?).
Sehubungan dengan hal ini, maka negara-negara maju sudah melarang penggunaan kantong plastik ini, contohnya Italia. Dikutip dari www.vivanews.com, Italia kini sudah tidak menggunakan kantong plastik lagi semenjak 1 Januari 2011. Seluruh warganya kini tidak ada yang boleh menggunakan kantong plastik lagi. Suatu gerakan besar yang patut dicontoh oleh negara-negara lainnya. Penggunaan kantong plastik ini dapat digantikan dengan tas belanja yang dapat dipakai berulang kali, sehingga penggunaan kantong plastik dapat dikurangi.
Dengan sedikit merubah gaya hidup kita, maka kita akan bisa ikut berpartisipasi dalam menyelamatkan lingkungan. Salah satunya adalah dengan tidak lagi menggunakan kantong plastik. Selamat tinggal kantong plastik!
Let’s Save Our Environment. NOW!
3. Bukit Gundul, Tergerus Oleh Keserakahan Manusia
Sangat indah ketika mata memandang bukit-bukit yang hijau penuh
pepohonan. Diiringi semilir angin pagi yang sejuk, membuat hati kian
tenang dan tentram. Tetapi apa yang terjadi apabila bukit yang hijau
tadi, berubah menjadi coklat dan tak ada pepohonan lagi disana. Seperti
pada gambar di samping, bukit yang dulunya hijau, kini menjadi gersang
karena tergerus oleh keserakahan manusia.
Kegiatan penambangan tanah telah merusak ratusan bahkan ribuan rumah bagi hewan-hewan yang hidup di bukit itu. Pohon-pohon telah ditebang dan tanahnya dikeruk hingga rata. Setiap hari, banyak truk-truk berukuran raksasa hilir mudik membawa tanah dari bukit itu yang entah kemana tanah itu akan dibawa. Kendaraan alat-alat berat beroperasi setiap hari mengeruk tanah dari bukit itu. Ya, kini bukit yang berada di daerah Semarang itu, memang sudah tak hijau lagi. Dalam waktu sekejap manusia telah dapat merubah keindahan menjadi kehancuran.
Padahal pepohonan yang ada di bukit itu berfungsi sebagai pengikat air hujan untuk kemudian disimpan ke dalam tanah. Kalau pohonya sudah tidak ada lagi, maka mau disimpan kemana air hujan itu, nantinya?. Selanjutnya, air tanahpun juga akan kotor karena tidak ada filter atau penyaring air. Air hujan akan masuk ke dalam tanah dan langsung keluar begitu saja, tanpa ada yang menyaring dan menyimpannya di dalam tanah. Selain akan timbul bencana seperti tanah longsor dan banjir akan masih banyak lagi bencana-bencana alam lainnya, yang datang akibat kerusakan yang telah kita buat.
Dibalik kehancuran bukit itu, banyak nyawa yang bergantung hidup di sana. Ratusan orang bekerja pada penambangan tanah tersebut. Himpitan ekonomi membuat mereka melakukan ini semua. Tak peduli apakah alam akan rusak atau hewan akan punah, yang penting bagaimana caranya untuk dapat membeli beras untuk makan esok hari. Ironi memang, lagi-lagi alam yang harus jadi korban. Jika sudah begini, siapa lagi yang harus disalahkan?. Masing-masing dari kita mempunyai persepsi sendiri-sendiri untuk menjawabnya. Jika pohon terakhir sudah ditebang dan tanah terakhir sudah dikeruk, maka manusia akan sadar bahwa mereka tidak bisa memakan uang!.
Kegiatan penambangan tanah telah merusak ratusan bahkan ribuan rumah bagi hewan-hewan yang hidup di bukit itu. Pohon-pohon telah ditebang dan tanahnya dikeruk hingga rata. Setiap hari, banyak truk-truk berukuran raksasa hilir mudik membawa tanah dari bukit itu yang entah kemana tanah itu akan dibawa. Kendaraan alat-alat berat beroperasi setiap hari mengeruk tanah dari bukit itu. Ya, kini bukit yang berada di daerah Semarang itu, memang sudah tak hijau lagi. Dalam waktu sekejap manusia telah dapat merubah keindahan menjadi kehancuran.
Padahal pepohonan yang ada di bukit itu berfungsi sebagai pengikat air hujan untuk kemudian disimpan ke dalam tanah. Kalau pohonya sudah tidak ada lagi, maka mau disimpan kemana air hujan itu, nantinya?. Selanjutnya, air tanahpun juga akan kotor karena tidak ada filter atau penyaring air. Air hujan akan masuk ke dalam tanah dan langsung keluar begitu saja, tanpa ada yang menyaring dan menyimpannya di dalam tanah. Selain akan timbul bencana seperti tanah longsor dan banjir akan masih banyak lagi bencana-bencana alam lainnya, yang datang akibat kerusakan yang telah kita buat.
Dibalik kehancuran bukit itu, banyak nyawa yang bergantung hidup di sana. Ratusan orang bekerja pada penambangan tanah tersebut. Himpitan ekonomi membuat mereka melakukan ini semua. Tak peduli apakah alam akan rusak atau hewan akan punah, yang penting bagaimana caranya untuk dapat membeli beras untuk makan esok hari. Ironi memang, lagi-lagi alam yang harus jadi korban. Jika sudah begini, siapa lagi yang harus disalahkan?. Masing-masing dari kita mempunyai persepsi sendiri-sendiri untuk menjawabnya. Jika pohon terakhir sudah ditebang dan tanah terakhir sudah dikeruk, maka manusia akan sadar bahwa mereka tidak bisa memakan uang!.
Let’s Save Our Environment. NOW!
4.Bukan Pangkas Rambut, Tapi Pangkas Pohon!
Semarang – cahyadiadhekurniawanblog. Akhir-akhir ini cuaca sedang tidak
bersahabat dengan kita. Seperti yang terjadi di Tembalang, Semarang.
Hujan badai hampir setiap hari terjadi. Angin dengan kecepatan yang
sangat tinggi disertai hujan yang lebat membuat pohon-pohon besar dan
tua, tumbang. Hal ini sangat membahayakan warga, terlebih jika pohon
tersebut terletak di tepi jalan raya. Kejadian ini dapat dicegah dengan
memangkas pohon. Bukan hanya rambut saja yang bisa di pangkas, ternyata
pohon juga bisa di pangkas.
Terlihat pada gambar di atas, pohon-pohon besar yang berada di Kantor Kecamatan Banyumanik, Tembalang Semarang sudah dipangkas. Tentu saja, ini untuk mencegah pohon besar tersebut tumbang karena angin kencang. Tumbangnya pohon besar ini dapat membahayakan warga sekitar karena pohon ini terletak tidak jauh dari jalan raya.
Timbul pertanyaan, sebenarnya baik atau tidakkah pohon itu dipangkas?. Padahal, pohon yang sudah cukup besar ini dapat menyerap karbon lebih banyak?. Jawabannya tergantung pada pendapat Anda masing-masing. Tidak dapat dikatakan baik dan tidak dapat juga dikatakan buruk. Pasti ada alasan tertentu mengapa ada pihak yang melakukan pemangkasan pohon, tersebut. Yang terpenting adalah, tidak menebang pohon tersebut sampai habis yang menyebabkan pohon itu mati.
Kesimpulannya, agar udara menjadi lebih segar, tanamlah pohon-pohon atau tanaman hias di halaman rumah. Selain udara menjadi lebih sejuk, rumah akan terlihat lebih asri dan indah untuk dipandang. Tanamlah pohon walaupun hanya satu, karena dengan satu pohon yang kita tanam, kita akan turut serta dalam menyelamatkan udara bersih di lingkungan kita.
Let’s Save The Air for The Better Future. NOW
Terlihat pada gambar di atas, pohon-pohon besar yang berada di Kantor Kecamatan Banyumanik, Tembalang Semarang sudah dipangkas. Tentu saja, ini untuk mencegah pohon besar tersebut tumbang karena angin kencang. Tumbangnya pohon besar ini dapat membahayakan warga sekitar karena pohon ini terletak tidak jauh dari jalan raya.
Timbul pertanyaan, sebenarnya baik atau tidakkah pohon itu dipangkas?. Padahal, pohon yang sudah cukup besar ini dapat menyerap karbon lebih banyak?. Jawabannya tergantung pada pendapat Anda masing-masing. Tidak dapat dikatakan baik dan tidak dapat juga dikatakan buruk. Pasti ada alasan tertentu mengapa ada pihak yang melakukan pemangkasan pohon, tersebut. Yang terpenting adalah, tidak menebang pohon tersebut sampai habis yang menyebabkan pohon itu mati.
Kesimpulannya, agar udara menjadi lebih segar, tanamlah pohon-pohon atau tanaman hias di halaman rumah. Selain udara menjadi lebih sejuk, rumah akan terlihat lebih asri dan indah untuk dipandang. Tanamlah pohon walaupun hanya satu, karena dengan satu pohon yang kita tanam, kita akan turut serta dalam menyelamatkan udara bersih di lingkungan kita.
Let’s Save The Air for The Better Future. NOW
Ya mungkin
segitu saja pembahasan tentang Green Environtment, karena saya juga
tidak terlalu banyak tahu tentang Green Environtment,
Semoga
informasi yang saya bagikan pada anda bisa sadar dan mau memelihara Bumi
kita yang terlanjur sudah sedikit rusak ini (mungkin sudah rusak)
SAVE OUR EARTH!!
JUST YOU CAN DO IT
WHO ELSE?